081802838383
IMG-LOGO

Visi dan Misi

Visi dan Misi LSP Lalinsa

By Admin | LSP Lalinsa

Visi LSP Lalinsa

Visi LSP Pengelolaan Limbah Industri dan Sampah (LALINSA) adalah Menjadi LSP yang mampu melayani Sertifikasi kompetensi dibidang Pengelolaan Limbah Industri dan Sampah di seluruh wilayah Indonesia yang kredibilitasnva diakui secara Nasional dan Internasional.

Misi LSP Lalinsa

1. Mengembangkan sistem Sertifikasi Kompetensi Bidang Pengelolaan Limbah Industri dan Sampah.

2. Memastikan kompetensi SDM di bidang Pengelolaan Limbah Industri dan Sampah, baik yang berada di lingkungan pemerintah,swasta, akademik, maupun lembaga kemasyarakatan.

3. Mengembangkankan Tempat Uji Kompetensi bekerjasama dengan Lembaga baik yang berada di lingkungan pemerintah, swasta, akademik, maupun lembaga kemasyarakatan.

4. Menjalin kerjasama dengan lembaga sertifikasi nasional dan internasional untuk memperkuat kompetensi dan sertifikasi yang ada.

TUJUAN /KEBIJAKAN MUTU

1. LSP-LALINSA bertekad akan selalu mengutamakan mutu dalam melaksanakan kegiatan Uji Kompetensi untuk mencapai kepuasan peserta asesmen dan jejaring kerja terkait dengan cara menerapkan Sistem Manajemen Mutu secara konsisten.

2. Sistem Managemen Mutu akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi sehingga akan menghasilkan proses sertifikasi yang berkualitas dan tidak ada keberpihakan dengan siapapun.

3. Untuk mencapai komitmen tersebut, LSP- LALINSA menetapkan :

a. Mematuhi ketentuan Pedoman BNSP 201/ ISO 17024
Pedoman BNSP 202, Pedoman BNSP 206, Pedoman BNSP 210,
dan persyaratan lain yang relevan, terkait dengan
masalah Mutu,

b. Berusaha mengendalikan resiko Mutu Pengelolaan Limbah Industri dan Sampah.

c. Menjamin semua asesor dan karyawan terkait kegiatan asesmen kompetensi dengan cara memberikan pelatihan yang memadai sesuai dengan tugas-tugasnya.

d. Menjadikan kebijakan ini sebagai kerangka acuan dalam penetapan Tujuan dan Sasaran Mutu.

e. Berusaha agar kebijakan ini dikomunikasikan dan dapat dipahami oleh seluruh asesor dan karyawan serta pihak terkait lainnya dalam kegiatan asesmen.

f. Menjalankan peningkatan berkesinambungan terhadap penerapan Sistem Manajemen Mutu.

g. Menjamin agar kebijakan ini tersedia bagi publik yang memerlukannya.